• eskul
  • Header1

Informasi mengenai PPDB Online 2017 MAN Purbalingga bisa diakses melalui menu "PPDB". Terima kasih atas Kunjungannya

SISWA MAN PURBALINGGA MENGUNGKAP KEBERADAAN JEJAK GUNUNG BERAPI PURBA DI DESA PENUSUPAN

 

      Satu kelompok siswa MAN Purbalingga yang tergabung dalam Kelompok Kerja ( Pokja ) Riset MAN Purbalingga mengadakan kegiatan pekan riset yang salah satu sasarannya adalah potensi wisata di desa Penusupan. Kegiatan tersebut secara rutin dilakukan tiap tahun sebagai upaya untuk melatih siswa dalam mendalami kegiatan peneilitian sekaligus upaya pengabdian masyarakat buat MAN Purbalingga yang sejak Tahun 2014 dinyatakan sebagai Madrasah Riset Nasional. Kegiatan penelitian yang dilakukan di desa Penusupan diawali pada tanggal 16 Maret 2017 dengan dilakukannya survey lapangan melihat potensi wisata yang terdapat di dalamnya, diantaranya dengan mencoba mengikuti salah satu paket wisata yang ditawarkan oleh Pokdarwis desa Penusupan yaitu Susur Sungai Kali Watu Mujur. Selama penjelajahan terlihat hamparan batuan di sepanjang dinding tebing kali watu mujur yang sangat indah dan mempesona. Keindahan bebatuan  tersebut  menggelitik siswa MAN Purbalingga yang tergabung dalam Pokja Riset untuk menelitinya. Dari Guru yang mendampingi kegiatan tersebut, Mukholiq Adi Susatyo mejelaskan bahwa batuan-batuan yang ada disepanjang dinding tebing kali mujur diduga mengarah ke  beradaan gunung berapi purba. Namun menurut Guru pendamping tersebut yang kebetulan adalah Koordinator Pokja Riset MAN Purbalingga disarankan untuk dikonsultasikan ke Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknik Unsoed. Maka pada tanggal 18 Maret 2017 dilakukanlah penelitian kembali dengan metode eksplorasi dan menghadirkan pakar dibidang batuan dari Unsoed yaitu Siswandi. Siswa MAN Purbalingga dibimbing langsung bagaimana mengamati morfologi batuan yang ada dan membuat peta sungai di sepanjang sungai kali mujur. Dari analisa batuan yang dilakukan oleh para siswa MAN Purbalingga dibimbing oleh dosen sekaligus ketua jurusan teknik geologi ini terungkap keberadaan jejak gunung berapi purba yang terbentuk 25 juta tahun lalu. Hal tersebut ditandai dari penemuan seperti batuan lava bantal, batuan breksi  yang mengarah pada kesimpulan tersebut. Batuan lava bantal terjadi karena adanya aliran lava dengan kecepatan sangat lambat/rendah kemudian terjadi pendinginan yang sangat cepat/tinggi di dalam lingkungan air (submarine) sehingga membentuk struktur khusus, yaitu bantal (pil-low). Sedangkan batuan breksi terbentuk dari pecahan-pecahan kasar (secara khas berukuran block) yang dihasilkan dari lava bantal sendiri yang tertanam di dalam pecahan bantal yang lebih halus atau matrik hialoklastit.

       Penemuan awal ini disatu sisi sangat penting bagi kegiatan penelitian siswa MAN Purbalingga karena memberikan pengalaman riset yang luar biasa sehingga perlu penelitian tindak lanjut dengan perencanaan yang lebih matang. Disisi lain dapat memberikan kontribusi yang sangat besar buat desa wisata Penusupan, karena dapat menjual potensi di sepanjang kali mujur tersebut untuk kegiatan edukasi wisata geologi. Namun untuk dapat menjual potensi tersebut secara optimal perlu untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang baik agar kegiatan eduwisata geologi penusupan dapat berjalan secara optimal, memberikan kesejahteraan sebesar-besarnya bagi masyarakat desa penusupan. Hubungan kerjasama yang sudah terjalin antara MAN Purbalingga dengan desa Panusupan dan juga Unsoed perlu ditingkatkan lebih lanjut untuk mengupayakan agar potensi edukasi wisata (Eduwisata ) geologi “Jejak Gunung Berapi Purba desa Penusupan” dapat menjadi daya tarik pengunjung dari luar daerah untuk lebih menggelorakan kunjungan wisata.

 Editor : Mustofa Arifin, S.Si