MAN Purbalingga Menyelengarakan PTM Terbatas

Purbalingga. Madrasah Aliyah Negeri Purbalingga mulai melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dimasa pademi covid-19 pada hari senin 6 September 2021, mengingat bahwa Purbalingga turun level PPKM menjadi level 3. Kegiatan PTM ini  akan diikuti oleh sebagian siswa kelas X dan XI secara luring, dan sebagian lagi akan dilakukan secara daring. Adapun pembagian kelas dilakukan oleh tim kurikulum dengan sistem by name. Kelas dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan NIM Siswa, dengan tujuan agar dalam proses pembelajaraan berlangsung tidak terjadi kerumunan.

MAN Purbalingga melaksanakan PTM Terbatas berdasarkan surat edaran dari Kementerian Agama  Nomor B-2733.1/DJ.I/PP.00/.00.11/08/2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Madrasah (RA, MI, MTs, Dan MA/MAK), Pesantren, Dan Lembaga Pendidikan Keagamaan Islam Pada Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Dan sesuai dengan pengaturan dalam Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Nomor 03/KB/202l, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021, Nomor 440-717 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), atau yang disebut dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri.

Sesuai dengan prosedur standar protokol kesehatan yang ditetapkan madrasah, maka siswa datang wajib mengikuti pemeriksaan kesehatan dengan cara cek suhu dan melakukan kebiasaan cuci tangan sebelum masuk kelas. Peserta didik bersuhu dibawah 37,30o  dan sedang dalam kondisi sehat diperkenankan untuk mengikuti kegiatan KBM. Selain ketentuan tersebut, siswa dianjurkan sebelum berangkat harus sudah sarapan terlebih dahulu, wajib membawa masker, perlengkapan pribadi,  dan tidak lupa membawa bekal sendiri secukupnya.

Pengecekan suhu tubuh siswa dan guru MAN Purbalingga

Siswa dengan suhu diatas 37,30o C atau dalam keadaan tidak sehat diperkenankan untuk pulang atau tidak mengikuti pembelajaran tatap muka. Tetapi boleh mengikuti pembelajaran secara daring. Hal ini sesuai dengan prinsip dari PTM itu sendiri yaitu tetap mengedepankan Kesehatan siswa dan guru.

“Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas ini mau tidak mau harus dilakukan mengingat terlalu lama siswa belajar melalui daring dan menurut saya kurang efektif, tetapi protokol Kesehatan tetap harus dijalankan. Karena Kesehatan guru dan peserta didik tetap jadi prioritas utama” kata Drs. H. Mohammad Alwi, M.Pd.I selaku Kepala MAN Purbalingga

To’in Asngad, S.Ag menambahkan “ PTM yang dilaksanakan di MAN Purbalingga dilaksanakan secara blending dimana satu kelas kita bagi menjadi dua kelompok, misal kelompok A dan B. Jika kelompok A melaksanakan tatap muka maka kelompok B belajar secara daring atau sebaliknya” selaku Wakil Kepala bidang Kurikulum.

“Kelas yang digunakan untuk PTM juga sudah kami bersihkan dan sudah kami semprot dengan desinfektan. Selain itu tempat duduk sudah kami tata sesuai dengan protokol Kesehatan” kata Soekestiati, S.Pd selaku Wakil Kepala bidang Sarana dan Prasarana.

Pelaksanaan PTM terbatas, diselenggarakan dengan menitikberatkan elaborasi dan kerjasama antara peserta didik, guru pengajar,  dan tim kesehatan madrasah. Selama proses kegiatan PTM berlangsung, guru memiliki peran mengatur dan mengkondisikan peserta didik didalam kelas diantaranya  memastikan seluruh kelas lengkap dengan sarana prokes, siswa berjarak dalam pengaturan bangku, begitupula penggunaan masker secara benar saat proses pembelajaran. Setiap guru berkesempatan untuk mengajar 1 x 45 menit untuk jam pelajaran Sedangkan, tim kesehatan madrasah berperan mengawasi siswa diluar kelas dan melakukan tindakan jikalau diperlukan. Harapannya dalam pelaksanaan PTM terbatas seluruh kegiatan dapat berjalan lancar sesuai dengan apa yang direncanakan. Kehadiran PTM terbatas merupakan oase tersendiri yang dapat mengobati rasa rindu peserta didik dan guru tehadap madrasah, dan kita selalu berharap bahwa pandemi covid segera berlalu sehingga proses KBM segera dapat diselenggarakan secara normal.

Tinggalkan Balasan